Tuesday, February 28, 2017

menjahit dress untuk mama





sedikit throwback ke proyek jaitku tahun lalu. dress untuk mama dari bahan sisa. mohon dimaklumi bentuk pola yang tidak menyatu yah :P aku bisa bilang dress ini gagal karna aku ga puas dengan jaitan dibagian sleting, leher dan lengan. tapi gak mengurangi fungsi untuk bisa dipakai sehari-hari.


mudah-mudahan bisa mengisi blog ini dengan banyak tutorial lagi :D

Love, Cikita


Tuesday, February 14, 2017

LDR story Part III + akad nikah





"now look where we are. You're in my heart now. And there's no escaping it for you."
Built To Last by Melee

hari itu jadi hari yang sangat penting bagi saya, suami dan keluarga besar kami. suami saya adalah anak lelaki tertua dikeluarga, sedangkan saya anak perempuan bungsu. semua terlihat dan terasa begitu spesial. upacara akad nikah yang dilangsungkan dalam adat Jawa ini sangat baru bagi saya karena keluarga besar saya berdarah Sumatera baik dari pihak ayah maupun ibu. namun, keluarga besan saya juga bukan orang yang terlalu kaku dengan adat istiadat. upacara akad nikah ini sebenarnya perpaduan antara adat Jawa dan muslim modern.


alhamdulillah ijab qabul berjalan dengan lancar tanpa pengulangan. ayah sayapun juga terlihat kalem saat menjabat tangan sang menantu hehe tapi malah saya yang tegang dan hampir menitikan air mata pas liat wajah ayah saya. inget kalau ini saatnya saya si anak bungsu yang manja harus belajar mandiri, mengurus suami dan rumah tangga. gak kerasa air mata juga ngalir pas nulis blog ini sambil bertanya-tanya apakah saya sudah cukup membahagiakan orang tua saya? sudahkah saya mengurus kedua orang tua saya dengan baik? jika suatu saat nanti saya punya anak-anak yang harus saya berikan perhatian penuh, bisakah saya membagi perhatian saya pada orang tua saya? ya Allah semoga saya bisa membahagiakan orang tua saya seperti mereka membahagiakan saya di waktu kecil. amin


suamiku, anak lelaki yang baik. literally baik. dia orang yang sederhana, jujur, pemaaf, dermawan, punya niat dan usaha yang kuat, dan masih banyak hal baik yang saya liat dari dirinya walau tentu banyak juga jeleknya karena dia bukan manusia sempurna, sama seperti saya. 😛

lelaki mana yang ngapel kerumah pacar bawa coklat pasti dua bungkus. yang satu buat saya, yang satunya lagi buat abang saya. ada sedikit cerita, dulu dia pernah bawa coklat satu bungkus untuk saya, karna merasa coklat ini spesial dari dia jadi gak mau langsung saya makan. saya taro dulu di kulkas buat dimakan kapan-kapan. baru ditinggal semalem tiba-tiba coklat udah abis entah kemana ga ada jejaknya ga ada sisanya sampe saya nangis-nangis nanya ke semua orang rumah dan pada saling tuduh. walau masih kesel tapi yasudah saya lupain aja. ternyata kejadian itu bikin suami saya merasa kasian sama saya dan sejak saat itu dia selalu bawa dua coklat. just in case ada orang rumah yang mau juga biar punya saya jangan diganggu. sweet! masih seputar coklat, tiap Valentine dia suka kasih saya coklat bentuk heart didalam gift box yang dikirim lewat kurir JNE. pas sampe rumah itu udah meleh dan gak beraturan lagi bentuk heart nya tapi saya sama sekali gak kecewa malah seneng banget dapet surprised gift pas siang-siang pulang sekolah.

itu cuma sebagian kecil cerita manisnya suamiku dari awal kenal tahun 2008 sampai menikah tahun 2016. saat pertama kali berkenalan saya masih berusia 16 tahun dan suami saya masih 19 tahun. kami hanya anak ABG yang jatuh cinta dan belajar untuk tumbuh dewasa bersama. ternyata menghadapi perubahan karakter seseorang bukan hal yang mudah begitupun ketika dia harus menghadapi kelabilan saya. alhamdulillah, walau saya sering merasa putus asa dan memilih untuk menyerah, Allah memberikan saya pasangan yang selalu bersabar yang akhirnya mengajarkan saya untuk selalu melakukan hal yang sama.


alhamdulillah, akhirnya kami berdua resmi menjadi suami istri. sebuah status yang insyaAllah tidak akan berubah sampai ajal menjemput kami berdua. semoga Allah melimpahkan kami kebahagiaan dan rezeki yang barokah serta anak cucu yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya. amin

untuk teman-teman yang masih bertanya-tanya "dimana jodohku?" tidak ada yang bisa menjawab selain memintanya kepada Allah. "good things will come to those who wait (and work for it)". sayapun melewati jalan yang panjang, harus melewati masa-masa single selama hampir 3 tahun. lalu, saya mengenal suami saya tapi itu bukan akhir dari kesendirian saya karna saya masih harus menuggu selama 8 tahun untuk akhirnya sampai ke titik ini. total penantian selama 11 tahun terasa manis ketika kita ikhlas dan percaya dengan qadar Allah.

Allah maha mendengar dan Allah maha mengetahui dari segala isi hati hambanya dan yang terbaik untuknya.

Love, Cikita


Sunday, February 12, 2017

LDR story Part II + prewedding



lebih indah dari yang dibayangkan.
2 hari menjelang hari H saya baru memulai pre-wedding photoshoot. sangat singkat tapi tidak terburu-buru. untuk gaun yang saya kenakan itu sudah saya design dan jahit sendiri sekitar satu bulan sebelum hari keberangkatan saya sekeluarga ke Semarang pada tanggal 24 Desember 2016. ya, saya menikah di tempat mempelai pria di Semarang dan tidak ada pesta apapun di kediaman saya di Tangerang Selatan (dan saya merasa tidak ada yang salah dengan itu).

sampai di titik pre-wedding ini saya salut dengan tim Happy Wedding Organizer Semarang yang membuat semuanya selesai dengan sempurna tanpa membuat saya merasa dag dig dug setiap saat. dia yang meyakinkan saya bahwa LDR bukan masalah untuk tim nya menyelaraskan ide dengan saya, suami dan keluarga. memang betul itu yang saya rasakan. menjelang pre-wedding saya hanya bilang ke ketua tim WO bahwa saya ingin tema bohemian dan ingin menyatu dengan alam. hanya itu 'clue' yang saya kasih. kemudian dengan ajaibnya ketika saya tiba di lokasi yang sudah dijanjikan, betul-betul persis seperti apa yang saya bayangkan. lebih bagus lagi.


dan senyum tawa kami bukan hal yang dibuat-buat. di lokasi pemotretan, kami tertawa geli saat melihat satu sama lain. suamiku mulai ngomong yang aneh-aneh karna dia malu jadi pusat perhatian dan difoto + diliatin sama banyak orang. betul-betul pengalaman yang gak biasa tapi harus dirasain sekali seumur hidup. selain alasan yang udah saya sebut, pastinya karna kami bahagia. sangat bahagia. setelah pacaran 8 tahun dan dipisah jarak Indonesia-Jepang selama 2 tahun tanpa bertemu, akhirnya kita bertemu lagi di hari penting pernikahan kita. alhamdulillah.

"semua akan indah pada waktunya" jadi kalimat yang akhirnya saya setujui. penantian lama, panjang, susah, putus asa, dan sempet gak menghiraukan qada dan qadar-nya Allah. akhirnya saya ada di titik ini, dimana saya sadar bahwa doa dan usaha dapat membawa kita sampai ketujuan walau terasa berat dan seperti tidak berujung.


saya inget waktu curhat ke temen-temen deket tentang gimana sedihnya saya harus tinggal berjauhan, malam minggu sendiri, kemana-mana sendiri, hang out sendiri, sedangkan temen-temen lain bisa selalu bersama pasangannya. saya kaget dengan tanggapan yang beragam. ada yang nyuruh saya putus karna hubungan ini 'gak jelas' dimata mereka dan malah ada yang ngeremehin saya karna masih ada yang lebih parah keadannya.

terlepas dari lebih parah atau tidak, LDR adalah hal yang berat. toh, yang berkomentar gak pernah merasakan LDR dan sekalipun pernah, mereka lebih memilih untuk kandas. "apa gak takut diselingkuhin? lelaki itu ga bisa dipercaya. pasti dia gebet cewe lain disana. mending putus aja daripada sakit hati belakangan." saya sering denger kata-kata ini, mulai dari nada-nya nasehat penuh perhatian sampai jadi bahan ledekan. sejak saat itu, saya diam. tidak pernah sekalipun saya ekspos hubungan saya dengan pasangan sampai dekat pada hari pernikahan dan saya menyebar undangan. sebagian kaget, gak nyangka kalau saya 'diem-diem mau nikah'.

hanya saya yang mengerti diri saya, pasangan saya, dan apa yang sedang saya jalani. orang lain tidak akan pernah tau dan mengerti karna memang mereka tidak perlu mengerti apapun tentang saya.



apa 8 tahun berjalan dengan mulus? enggak. kami pernah putus dari yang balikan kurang dari 24 jam sampai putus gak kenal satu sama lain selama hampir satu tahun. kami sempat hilang kontak dan masing-masing mulai 'mencari', namun kosong.


"Sorry if I don't have faith in you, seems like you had a fail in love-now the love is gonna let you go."
- Freak Love by Toro Y Moi
I stop looking back at those scars. forward is the only word I have today.



one good reminder that I thought it was bullsh but it's true, "good things will come to those who wait".

Love, Cikita