Thursday, January 24, 2019

Sewing: Gamis Satin Untuk Pesta (Pesanan)


ini adalah bahan pertama yang aku jahit di tahun 2019. milik seorang teman lama, jauh dari Pamulang sengaja mampir ke rumahku di Cibitung untuk ambil ukuran baju dan ngasih bahan. kebetulan dia lagi hamil anak pertama yang saat itu bulan Desember masih Trimester 1 akhir menjelang Trimester 2.


aku sempet ragu untuk nerimanya karena aku juga lagi hamil dan perutku sudah membesar. aku takut capek, gak kuat dan ga bisa nyelesaiin baju ini dengan baik. tapi setelah aku tanya temenku gimana modelnya ternyata sangat simple. betul-betul gamis polos yang gak neko-neko.


sejak bahan ini sampai di rumah, belum aku sentuh sama sekali karena aku juga sibuk mempersiapkan pesta kecil untuk tahun baru 2019 di rumah sama teman-teman. kemudian aku berpikir, bahan ini sampai di tanganku bulan Desember sedangkan dipakainya masih bulan Februari. "waduh, ukuran yang aku ambil kira-kira bakal relevan gak ya sama perut dia yang makin membuncit?" begitu deh aku ketakutan dalem hati. akhirnya aku ambil ukuran perutku aja yang udah jauh lebih buncit. harapannya kalo aku aja muat insyaAllah ke temenku pasti bakal muat banget. :P


aku pernah cerita tentang ini di instagramku @cikita.siregar. jadi, kenapa sih aku bikin label dengan nama Cikita Benjamin? bukankah namaku Cikita Siregar? ya, betul itu nama asliku. waktu aku memulai usaha jahit menjahit aku kepikiran pengen kaya guruku yang menggunakan nama lengkap di label yang dijahit di setiap baju bikinannya. tapi, aku perhatiin namaku kuat banget unsur sukunya secara itu nama marga orang Batak. aku berfikir, kalau Siregar bukan nama milik aku seorang tapi milih seluruh orang berdarah Batak yang juga memakai marga Siregar. masa aku tempel di baju dan aku jual-jual. menurutku pribadi rasanya ga enak. terus aku keingetan kasus penipuan travel umroh dimana sang pemilik juga seorang designer menaungi label atas nama lengkapnya (yang ada marga Batak-nya juga), kemudian dia melakukan hal yang mencoreng bukan hanya nama dia sendiri tapi juga nama marga yang dia bawa. naudzubillahmindzalik. aku cuma mau menghindari itu aja. mensakralkan marga Batak-ku.


akhirnya, sebagai jalan tengah aku pilih untuk tetap memakai nama ayahku hanya saja bukan nama belakangnya tapi nama depannya. lebih netral, aman dan terdengar komersil gak sih? hehe :P selain itu kenapa aku tetap mau pakai nama ayah dan gak ngarang nama sendiri misalnya kaya Dian Pelangi gitu. alesannya karena Papa spesial banget selalu support aku, selalu datengin aku ke meja jahit sekedar nanya 'lagi bikin apa?', kadang dia seperti mau nemenin aku dengan duduk sambil mainin radio/tape jadulnya. bahkan Papa sama aku pernah keliling toko untuk cari mesin obras. keterlibatan Papa yang bikin aku gak mau lepas namanya. suatu hari kalau namaku jadi besar, aku akan selalu ingat kalau Papa ada andil disini dan aku harap Papa bangga sama anak perempuan satu-satunya. amin






ini penampakan baju yang sudah jadi dan siap aku kirim ke alamat temenku. to be honest, aku gak puas sama lehernya. akupun minta kritik dan saran ke temenku dan dia juga bilang hal yang sama. hmm, mulai sekarang aku harus banyak latihan pasang leher pakai bias tape. yosh! doakan aku ya~~~

untuk yang berminat jahit sama aku silahkan kepoin instagram nya @cikita.handmade. kamu bisa liat pricelist, T&C, review, dll.

Love,
Cikita

No comments:

Post a Comment