I Guess It's My Passion

Waktu SD saya memang anak yang pemalu dan pendiam tidak banyak bicara tapi sangat aktif dalam mengerjakan hal-hal kreatif seperti membuat baju-baju dari kertas origami, membuat tas clutch dari bungkus-bungkus coklat oleh-oleh dari luar negeri yang saya kumpulkan karena kemasannya 'langka' tidak dapat ditemukan di Indonesia. saya juga suka menulis dan menggambar. tapi,  kebiasaan kreatif itu sempat menghilang saat saya duduk di bangku SMP. saat masuk SMA, saya mulai mempertanyakan apa hobi dan cita-cita saya selama ini dan ingin menjadi apa saya ketika lulus kuliah nanti. well, saya gak bisa menjawab apa cita-cita saya saat itu tapi saya terus mengingat hal apa saja yang suka saya lakukan dan masih saya lakukan sejak dulu sampai sekarang.




Tahun 2009 saya masih belum menemukan cita-cita dan 
passion saya. lalu saya melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. pada masa kuliah saya sempat merasa tidak semangat karena saya merasa mata kuliah yang ada di jurusan itu sama sekali tidak ada yang bersinggungan dengan hal yang saya suka. Sejujurnya kampus tersebut merupakan kampus pilihan orang tua dan jurusan tersebut adalah jurusan yang saya pilih untuk sekedar cari 'aman' meski akhirnya sekarang saya merasa senang dan bangga bisa jadi Sarjana Ilmu Perpustakaan.
Saya percaya bahwa mencari passion itu butuh proses. dalam kasus saya, proses yang saya lalui lumayan panjang. perlahan saya mulai menemukan jawaban kenapa saya masih belum menemukan passion padahal saya sudah duduk di bangku kuliah. kalau dilihat ke belakang, dulu saya pernah mendapat banyak komentar yang menurut saya negatif dari orang-orang di sekitar saya tentang apa-apa yang saya buat. mulai dari clutch 'sampah' yang jadi bahan candaan, origami yang dibuang ke tong sampah, cerpen yang baru saya tulis setengah jalan harus terhenti karena ada yang diam-diam mengambil buku saya dan membocorkannya ke orang lain (lagi-lagi jadi bahan candaan), dan hasil gambar saya yang hanya menumpuk di halaman belakang buku-buku tulis saya. ternyata ada banyak hal yang saya coba dan saya sukai namun semua saya lupakan hanya karena respon-respon tersebut. saya menganggap diri saya payah, tidak bisa, dan tidak berbakat.
Setelah menemukan titik terang kenapa passion itu belum juga muncul, barulah saya mencoba untuk mengumpulkan semangat lagi dengan melakukan semua hobi yang sempat saya tinggalkan. saya mulai menulis lagi namun kali ini lewat blog. saya juga masih terus menggambar dan memberanikan diri untuk menampilkannya ke media sosial. melalui blog dan media sosial bukan hanya saya dapat menemukan ilustrator yang saya kagumi dari berbagai negara tapi juga 'menumbuhkan' minat baru bagi saya pada desain grafis. tidak berhenti disitu, saya juga menonton ratusan video di Youtube mengenai DIY, crafting, dan jahit-menjahit. apakah setelah sampai disini saya sudah menemukan passion? sayangnya, belum. tapi yang pasti, saya tidak pernah berhenti melakukan hal yang saya sukai. saya lakukan berulang kali setiap hari.
Saat itu di semester 5 ada banyak waktu luang yang tidak terpakai kuliah sekitar 4 hari dalam seminggu. untuk mengobati kejenuhan saat kuliah, tahun 2011 saya mantap untuk kursus menjahit karena saat itu online shop sedang menjamur dan terbesit di benak saya untuk mencoba juga berjualan tapi saya hanya mau menjual hasil jahitan saya sendiri. akhirnya saya mendaftar kelas dasar kursus menjahit di Juliana Pamulang selama tiga bulan. namun, karena saat itu saya tidak bisa menyelesaikan kursus tepat waktu dan kemudian bentrok dengan mata kuliah semester 6 akhirnya saya tidak sempat mengikuti Ujian Akhir dan Sertifikasi.
Beberapa bulan setelah berhenti kursus, dengan ilmu seadanya dan rasa percaya diri yang terlalu tinggi lahirlah Percée toko online yang pertama kali saya bikin yang fokus pada busana muslim. pada koleksi pertama, saya menjual kerudung pashmina yang produksinya saat itu berkolaborasi dengan teman kuliah saya (hi, Andin!). tapi, bukan saya yang menjait kerudung-kerudung nya. pada koleksi kedua, saya masih memproduksi kerudung namun kali ini saya membuat infinity scarf dan semua saya kerjakan sendiri mulai dari pemilihan bahan sampai penjaitannya. saya sangat senang dengan progres Percée saat itu yang penjualannya sampai ke distributor di Malaysia. tapi setelah itu toko online saya harus vakum sangat lama karena saya harus fokus menyelesaikan kuliah S1.

Tahun 2014 saya lulus kuliah. di tahun yang sama, saya dapat kesempatan untuk bekerja di bidang desain grafis. saya pernah menjadi asisten Art Director Hijabella Magazine, oh iya, sempat juga bertanggung jawab untuk desain promosi acara Uin Fashion Fair 2012 saat masih aktif kuliah (thanks to Thata!). kemudian lanjut sebagai freelance graphic designer di UP shoes dan beberapa brand lainnya sampai sekarang. dari hobi jadi profesi? awalnya saya pikir itu mustahil sampai akhirnya saya jalani sendiri. alhamdulillah.
Walau sibuk dengan pekerjaan namun waktu bebas sebagai freelancer saya manfaatkan untuk belajar menjahit (lagi) selama total dua bulan dari kelas dasar sampai terampil. kenapa? karena sebetulnya sepanjang perjalanan saya dari tahun 2011 saat saya kursus menjahit dan membuat online shop, pikiran saya stuck pada 'bagaimana cara menjahit baju?', 'bagaimana cara mendesign koleksi?', 'mesin apa saja yang harus saya beli?'. disitulah saya mulai menemukan titik cerah tentang passion saya. bahwa ada hal yang selalu ada di pikiran saya, yang bisa membuat saya senang dan tidak pernah merasa lelah saat mengerjakannya. dulu, saya berhenti kursus karena alasan sibuk kuliah. kali ini saya harus menentukan prioritas, meluangkan waktu, dan fokus untuk menjahit lagi. sejak saat itu saya memutuskan untuk full-time sebagai 'tukang jait'. hehehe
Saya suka banget fashion dan dunia menjahit bukan hal yang asing bagi saya. mulai dari kakek, tante-tante sampai ke ibu saya adalah penjahit. selain minat dan bakat yang diturunkan, mereka juga menjadi inspirasi saya untuk menjait. lewat brand karya saya sendiri yaitu Percée, Histori Repeats, Cikita Benjaminplus GYNY yang saya garap sama teman-teman saya berusaha konsisten untuk belajar dan berkarya.

the beauty of a woman is not in a facial mode but the true beauty in a woman is reflected in her soul. it is the caring that she lovingly gives the passion that she shows. the beauty of a woman grows with the passing years. Audrey Hepburn



Pesan kecil dari saya untuk semua orang yang masih 'mencari' passion-nya; lakukanlah apapun yang membuatmu senang, berulangkali, setiap hari. one day, you will find it.

Walau saat ini saya sudah merasa ada di 'jalur' yang saya inginkan namun tidak menghentikan niat saya untuk belajar dan berlatih lebih giat lagi. lewat blog ini, saya berharap bisa membagikan hal-hal bermanfaat dan bertemu banyak teman dengan passion yang sama. terimakasih sudah mampir di blog saya!

No comments:

Post a Comment